Berperang Melawan Nyamuk Pembunuh

Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merebak di sejumlah wilayah Indonesia. Ribuan orang sudah dilaporkan terjangkit dan puluhan lainnya d...

Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merebak di sejumlah wilayah Indonesia. Ribuan orang sudah dilaporkan terjangkit dan puluhan lainnya dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti ini.

Catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 50 tahun silam sesungguhnya demam berdarah hanya ada di sembilan negara. Namun kini sebarannya meluas dengan cepat. Setidaknya ada 100 negara yang sudah dilingkupi.

Dengan kata lain, ada 40 persen populasi global terjangkit penyakit ini atau setara 50 hingga 400 juta orang yang terinfeksi demam berdarah setiap tahunnya.

Angka tersebut jelas membantah teori bahwa demam berdarah hanya endemik di wilayah tropis. Perubahan iklim telah mengubah segalanya.

Sasaran Empuk

Kementerian Kesehatan mencatat wabah demam berdarah di Indonesia muncul pertama kalinya di Surabaya, Jawa Timur, pada tahun 1968. Kala itu sebanyak 58 orang terinfeksi dan 24 orang meninggal dunia.

Jumlah orang yang terjangkit virus ini pun terus berkembang fluktuatif hingga akhirnya merambah seluruh wilayah Indonesia, khususnya bagi wilayah yang berada di ketinggian di bawah 1.000 meter dari atas permukaan laut.

Demam Berdarah Dengue (DBD), merupakan penyakit disebabkan virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes. Nyamuk penular Dengue terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia.

Sebab itu juga, Indonesia menjadi salah satu sasaran empuk ketika nyamuk ini menyebar. Terutama bagi masyarakat yang rendah status kekebalannya dan daerah yang padat populasi nyamuk penularnya.

Riset peneliti, Indonesia diprediksi sedang memasuki siklus lima tahunan serangan demam berdarah. Diduga ini ditengarai oleh perubahan iklim yang menerpa Indonesia selama beberapa waktu ini.

Sejak pertengahan tahun 1970-an, menurut peneliti, episode El Nino di Indonesia memang relatif lebih sering, menetap, dan intensif. Efeknya, perubahan ini memperpanjang masa penularan penyakit yang ditularkan melalui vektornya.

"Di Indonesia, DBD umumnya muncul pada musim pancaroba. Umumnya pada awal tahun pasti muncul kejadiannya," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI Profesor Tjandra Yoga Aditama.


Perlawanan Serius

Harus diakui, Indonesia kini sudah menjadi salah satu negara endemik nyamuk demam berdarah. Sejauh ini juga secara global, belum ada vaksin nyata yang bisa mengobati atau pun mencegah demam berdarah.

Pemerintah juga telah melakukan sejumlah upaya untuk penanganan demam berdarah. Namun memang harus diakui, banyak yang tak terorganisasi atau berjalan terus secara konsisten.

Atau kalau pun berjalan, ternyata tetap tak memberi efek menekan orang yang terjangkit virus demam berdarah. Sebab itu, dibutuhkan perlawanan serius dan tentu dengan metode baru untuk melawan nyamuk pembunuh tersebut.

Di Sri Lanka, kasus demam berdarah sudah menjadi masalah pelik. Umumnya penyakit ini muncul bersamaan dengan pola musim hujan.

Upaya berupa pemberian denda terhadap warga yang membuat tempat berkembang biak nyamuk hingga ke program pemberantasan demam berdarah nasional pun sudah dilakukan. Namun sayang hasilnya tetap masih jauh dari harapan.

Hingga kemudian ada saran dari Badan Meteorologi Nasional bahwa penanggulangan masalah ini dapat dibantu dengan memahami perkiraan cuaca.

"Ketika kita memiliki data perkiraan yang lebih baik, kita dapat menghubungkan distribusi penyakit dan membuat peta penyakit ini. Sehingga bisa dilakukan pencegahannya," kata peneliti Faseeha Noordeen, kepala Departemen Mikrobiologi Universitas Peradeniya di Sri Lanka dalam International Journal of Infectious Diseases pada Oktober 2013.

Serangan demam berdarah di Indonesia, terbilang fluktuatif. Siklus epidemiknya diperkirakan terjadi dengan rentang sembilan hingga 10 tahun.

Meski demikian, minimnya data yang tepat atas kejadian ini menjadi masalah untuk pemetaan sesungguhnya bagaimana virus Dengue bercokol di Indonesia.

Riset Kementerian Kesehatan, terdata terakhir dilakukan pada 2009. Hasil riset menunjukkan ada lima provinsi yang menjadi daerah tertinggi serangan demam berdarah sepanjang 2005-2009 yakni, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Bali, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau.

Untuk DKI Jakarta, jumlah kasus infeksi demam berdarah mencapai 313 orang per 100 ribu penduduk. "Terdapat 11 provinsi atau sekitar 33 persen wilayah Indonesia berisiko tinggi demam berdarah," tulis laporan Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi Kemenkes RI.

Sejauh ini, untuk data terbaru serangan demam berdarah yang bisa dikutip dari Kemenkes RI, memang masih terbatas. Data Tahun 2013, tercatat sebanyak 112.511 orang dilaporkan terjangkit penyakit demam berdarah. Dari jumlah itu sebanyak 871 orang bahkan meninggal dunia.


Lalu pada 2014, tercatat ada 71.688 orang yang terjangkit dan sebanyak 641 orang dilaporkan meninggal dunia. Belum dilaporkan bagaimana jumlah kasus demam berdarah secara nasional untuk tahun 2015. Namun diprediksi tidak jauh berbeda dengan tahun 2014.

Sementara itu, untuk kasus 2016, menilik rangkuman laporan di sejumlah rumah sakit dan tercatat media, jumlahnya memang mengalami pergerakan terus. Di Kabupaten Jombang, Jawa Timur misalnya, sudah ada 11 orang meninggal. Lalu, Indramayu 24 orang meninggal, Banten 25 orang, Kuningan Jawa Barat empat orang, dan Purwakarta sebanyak tiga orang meninggal dunia.

"Kami di Kementerian Kesehatan tidak bisa pantau rumah satu per satu. Di setiap rumah harus ada satu jumantik (Juru Pemantau Jentik Nyamuk). Artinya, rumah saya adalah tanggung jawab saya," kata Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek.

Jelas ini butuh penanganan serius. Upaya fogging, perburuan jentik nyamuk, sosialisasi bahaya nyamuk demam berdarah, rasanya perlu ditingkatkan dengan metode yang lebih baru. Maklum, demam berdarah bukan penyakit baru di Indonesia. Namun serangannya tak kunjung bisa ditanggulangi dengan maksimal.

Zika Ikut Menghantui

Sementara itu, sejalan dengan serangan demam berdarah di Indonesia yang mulai mewabah. Isu virus Zika yang disebut-sebut penyebab kelainan bayi, mulai berembus dari Amerika Selatan.

Bahkan, saking menakutkannya virus yang dibawa oleh nyamuk serupa dengan pembawa virus demam berdarah ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung menyematkan status darurat kesehatan internasional soal penyakit tersebut.

WHO khawatir, jika ini tidak segera ditanggapi serius, maka kejadian seperti kasus wabah Ebola yang melanda Afrika Barat pada 2013 yang terlambat penanganannya kembali berulang.

“Kami telah bertemu dan berdiskusi dengan pimpinan serta para ahli kesehatan global yang mendirikan komite badan darurat kesehatan sepakat adanya hubungan kausal antara infeksi Zika selama kehamilan dan mikrosefali. Meskipun hal ini belum terbukti secara ilmiah," ujar Direktur Jenderal WHO, Margaret Chan seperti dikutip Channel News Asia, Selasa 2 Februari 2016.

Di Indonesia, untuk kasus virus Zika sejauh ini memang belum ada laporan yang menyebut ada yang terjangkiti. Namun, dari riset tim peneliti Biologi Molekuler Eijkman, The Eijkman Institute for Molecular Biology, memastikan bahwa virus Zika sesungguhnya ada di Indonesia.

Ini merujuk dari temuan tak terduga mereka di Provinsi Jambi pada Desember 2014 hingga April 2015. Di mana kala itu, peneliti ingin mengambil sampel darah untuk korban wabah demam berdarah di Jambi.

Dari 103 orang yang diperiksa, ternyata ada satu orang pria berusia 27 tahun menunjukkan jenis penyakit yang berbeda, meski keluhannya serupa dengan demam berdarah atau pun chikungunya.

Pria yang kemudian diberi nama dengan kode JMB-185 itu, sebelumnya sudah mengupayakan pengobatan di rumah sakit Jambi, dengan keluhan demam tiba-tiba, kepala sakit, nyeri bahu dan lutut serta ruam-ruam.

"Analisis filogenetik menunjukkan bahwa JMB-185 memiliki virus ZIKV (Zika)," tulis laporan Eijkman di laman website-nya seperti dikutip, Senin 1 Februari 2016.

Pemerintah Indonesia, sejauh ini berupaya merespons baik ancaman virus Zika. Presiden Joko Widodo bahkan meminta agar warga Indonesia diberi peringatan untuk tidak melakukan kunjungan ke negara-negara yang menjadi endemik virus Zika.

"Berikan peringatan pada yang ingin berkunjung ke negara yang sudah tersebar virus Zika, dan pengawasan di pintu masuk. Siapkan respons cepat," ujar Jokowi.

Sebab itu, Jokowi pun meminta sinergisitas antar lintas sektor untuk melawan serangan virus Zika. "Saya minta langkahnya sinergi dan lintas sektor. Lakukan segera deteksi, untuk ketahui seawal mungkin penyebaran virus ini, mudah-mudahan nggak ada," kata Jokowi.

Sumber: viva
Name

Artis Indonesia Asyura Audisi Bakti Anak Banjarnegara Banjir Banjir Bandang Bank Sampah Banyumas Banyumasan Barlingmascakeb Batik Banyumas Bau Napas Bedah Buku Belalang Sembah Bencana Bencana Alam Beras Berburu Beringin Berprestasi Bhineka Tunggal Ika Bill Gates Binatang Bisnis Bisnis Online Blak-blakan Mencari Suami BNN Bojongsari Bonus Demografi Botol Plastik Bright Gas BSF Budaya Buku Elektronik Buku Elektronik Aksi Komik untuk KPK Buku Komik Buku Komik Pantang Korupsi Sampai Mati Bulu Mata BUMDES Bupati Banyumas Bupati Cantik Bupati Trenggalek Buruh Burung Gagak Busi cara pandang diet cerita Cilacap CPNS Cumlaude Daerah Daging Kambing Dana Desa Demo demonstrasi Desa Wisata Dialog Kepemudaan Diet diet ketat diet sehat Doktor Dongeng Anak EBooks Ekonomi Elpijji Melon Eskrim Facebook Stories Fakta Unik First Travel Fitur Baru Thumbnail Preview Video di Youtube Sangat Membantu foto: abcnews. Gado-gado Gajah Gaji Penyiar Radio Ganjar Pranowo Gas Gas Elpiji Gas Elpiji 3 Kg Gaya Hidup Gereja Gojek Google Drive Gorila Grasshopper Gubernur Jawa Tengah Gunung Slamet guru Guru dan Murid Haji Haji Backpacker Haji Tertua Hao Lina Harga Sayur Hari Batik Herbal Hercules Hewan Hidroponik Hiroshima University Hoax Sosmed Hujan Hukum Hype Ibadah Ibadah Haji Ibu Iriana Idul Adha Indoeskrim Indonesia Indonesian Idol Industri Info PNS Inspiratif Inspitrasi Institut Pertanian Bogor IPB Jalanan 3D Jasa Kirim Barang Jawa Tengah Jemaah First Travel Jemaah Haji Jembatan Cindaga Jendera Soedirman Jepang Jualan Kampung Abel Kampung Laut Cilacap Kampung Sidat Karang Taruna kasar Kasih Ibu Kebun Binatang Kekerasan Wartawan Keluarga Kementerian Kendaraan Kendaraan Bermotor Kepala Daerah Cantik Kepala Desa Kesalahan Kesalahan Orang Lain Kesehatan Kesehatan amp; Gaya Hidup Kesehatan Keluarga Ketika Sebagian Yang Berhaji Itu Kera dan Babi Khas Kisah Inspiratif Knalpot Komisi Pemberantasan Korupsi Kopi Korban Penipuan Korea Korea Selatan Korupsi KPK Kreasi Kriminalitas Kuda Kuliah Kuliner Kuliner Banyumas Kulkas Lalat Tentara Hitam Laudya Cynthia Bella Laut Lembaga lembut Liburan Guru Lionel Messi Literasi Literasi Media Lonceng Longsor Lowongan Lowongan CPNS Lowongan Pekerjaan LPG 3kg Lukisan 3D Lukisan karpet Persia maaf Mahasiswa Berprestasi makan sehat Makna Haji Malam Satu Suro Mangut Sidat Mantan Murid Marka Jalan Mas Kawin Mata Dewa Mekah memaafkan Memahami untuk Membasmi Meninggal Menteri Menu Sarapan MetroTV Mitos Mobil Mobil Manual Momen Romantis Monyet Motor murid Museum Tino Sidin Naga Lima Napas Narkoba nasi bikin gemuk Nelayan Kebumen dan Cilacap Nengat Nikah Siri Nilai Yang Kita Sandang Nomor Viral Nyangkut Obat Terlarang Ojek Online Ojek Pangkalan Online Operasi Zebra Opini Opini/Perspektif orang lain Orang Tua Ormas Panatai Widarapayung Pancasila Panda Panduan Dosen Pantai Pantai Cilacap Pasar Gombong Pasien Oplas Paus PDIP Pejalan Kaki Pelat Nomor Pelayan yang malas Pelestarian Batik Pembangunan Pencuri Sekolah Pendidikan Antikorupsi Pengusaha Malaysia Penipuan Penyanyi Pernikahan Pernikahan Artis Pernikahan Warga Perppu Perppu Ormas Pertamina Pertamina Cilacap Pertanian Pesawat Piala Dunia 2018 Piknik di Kumbinesia Pil PCC Pilbup Banyumas Pilih Santan apa Susu? Pilkada Pilkada Banyumas Pizza pltpb banyumas Pohon Beringin Pojok Baca Pola Pikir Polisi Tidur Politik Politik Banyumas Polres Banyumas Presiden Jokowi Presiden Sukarno Profesor Pull Up Purbalingga Purwokerto Putusan MK Radio Raisa Andriana Raja Arab Raja Salman Rambut Rekor Dunia relax Relax/Kepo Resensi amp; Buku Elektronik Resep Soto Kecik ruang tamu Rumah Kena Petir Rusia Saka Tunggal Sakit Gigi Sampah Organik Sandalwood Sarapan Sate Kambing Sate Kebo Sate Kerbau Sayuran Semua Bisa Beraksi Sepak bola Sepeda Dari Presiden Jokowi Serambi UMKM Serangga Sidat Asam Manis Simpan Telur Simpanse Siti Masitha Situs SMA Pekalongan SMP Pekalongan Sosok Soto Sokaraja Sportomotif Starbucks Stiker Happy Family Stiker Mobil Stok Aman Suap Sudirman Said Sujiwo Tejo Sukabumi Suporter Timnas surat dari anak Suro Suzuki Carry Swiss taksama Taman Safari Indonesia Tamu Tak Diundang Tanaman Herbal Tanaman Obat Tas Kayu Tegal Tekno & Inet Tekno amp; Inet teknologi Telur Teman Sekantor Teratai Tersangkut Tertib Lalu Lintas Timnas tips menata ruangan Tips Mengemudi tips praktis tokoh Transimisi Otomatis Transportasi Online Trotoar Tuswadi Ubur-ubur Ulang Tahun UMKM UMP Undang-Undang Unik Upah Urban Farming Usaha Cuci Mobil Usaha Cuci Motor Video Video Lucu Wali Kota Wartawan Wirausaha Wisata Wisata Pantai Wisataliner Yogurt Youtube
false
ltr
item
taksama.id: Berperang Melawan Nyamuk Pembunuh
Berperang Melawan Nyamuk Pembunuh
https://3.bp.blogspot.com/-M3FdPOwtHMk/WwwdKNNKmXI/AAAAAAAAbxo/5xaIE7K-c4sMKYhOP224S6jZO2fThxycQCLcBGAs/s640/Berperang%2BMelawan%2BNyamuk%2BPembunuh.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-M3FdPOwtHMk/WwwdKNNKmXI/AAAAAAAAbxo/5xaIE7K-c4sMKYhOP224S6jZO2fThxycQCLcBGAs/s72-c/Berperang%2BMelawan%2BNyamuk%2BPembunuh.jpg
taksama.id
https://www.taksama.id/2018/04/berperang-melawan-nyamuk-pembunuh.html
https://www.taksama.id/
http://www.taksama.id/
http://www.taksama.id/2018/04/berperang-melawan-nyamuk-pembunuh.html
true
65439629817836164
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy