Selamat Tinggal Elpiji Melon

taksama.id – Pemerintah tak lagi kehabisan akal untuk “melarang” orang mampu beli elpiji 3 kg bersubsidi. Tahun depan, mau beli elpiji melo...

taksama.id – Pemerintah tak lagi kehabisan akal untuk “melarang” orang mampu beli elpiji 3 kg bersubsidi. Tahun depan, mau beli elpiji melon itu harus menggunakan kartu PKH (program keluarga harapan) yang dibagi-bagi pemerintah ke orang miskin. Tanpa kartu itu, warga harus beli elpiji nonsubsidi.


Nah, PT Pertamina (Persero) sepertinya sudah menyiapkan elpiji nonsubsidi sebagai pengganti untuk orang mampu. Beratnya juga setara 3 kg yakni Bright Gas 3 kg berwarna pink (elpiji pink). Elpiji ini kemungkinan nanti yang dipasarkan secara massal di seluruh Indonesia tahun depan, seperti halnya Bright Gas 5,5 kg.


Ini untuk menyukseskan penerapan distribusi elpiji bersubsidi secara tertutup dan tepat sasaran. Karena selama ini, elpiji melon yang notabene-nya untuk rakyat miskin banyak digunakan orang mampu. “Kita sedang uji minat pasar Bright Gas 3 kg di Tangerang, per 26 November 2017 hingga Maret 2018,” ungkap Regional Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR II Sumbagsel, Hermansyah Y Nasroen, kemarin.


Dari hasil uji pasar itu, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk menentukan rencana ke depan. “Kita lihat antusias konsumen seperti apa. Ini akan menjadi patokan kami mau dikembangkan secara massal atau tidak. Ya kalau antuasinya bagus, Bright Gas 3 kg itu bisa dilanjutkan,” ujarnya.


Dia mengakui, Bright Gas 3 kg menjadi alternatif agar pemasaran elpiji bersubsidi bisa lebih tetap sasaran. Dengan demikian, warga miskin yang mendapat kartu PKH dari pemerintah bisa beli elpiji melon bersubsidi. “Sebaliknya orang mampu tanpa kartu harus beli elpiji nonsubsidi tersebut,” cetusnya.


Untuk harga Bright Gas 3 kg diestimasi kisaran Rp39 ribu per tabung, seperti yang ditawarkan ke konsumen di Tangerang saat ini. Hermansyah menyebut, selain 3 kg, ada beberapa produk elpiji nonsubsidi yang sudah dipasarkan lebih dulu yakni Bright Gas 5,5 kg dan elpiji 12 kg.


Officer Internal Communication & Corporate Event PT Pertamina MOR II Sumbagsel, Siti Rachmi Indahsari, menambahkan segala kemungkinan tentunya ada (dijual bersamaan dengan elpiji melon, red). “Masih menunggu hasil uji pasar dulu dan bagaimana arahan kantor pusat,” bebernya.


Untuk elpiji bersubsidi, selama pemerintah masih menugaskan Pertamina untuk mendistribusikannya, pihaknya siap menjalankan tugas tersebut. Saat ini, tren konsumsi Bright Gas di Sumsel cukup positif.


Realisasi konsumsi Bright Gas 12 kg rata-rata 22 ribuan tabung per bulan, dengan kenaikan sekitar 3 persen setiap bulan. “Untuk Bright Gas 5,5 kg sekitar 21 ribuan tabung dengan kenaikan konsumsi rata-rata 6 persen per bulan,” imbuhnya.


Diestimasi, setelah distribusi gas bersubsidi secara tertutup berjalan, akan ada pengurangan kuota untuk elpiji melon menjadi 40 persen di 2018. Karena menyesuaikan jumlah orang miskin penerima PKH yang tercatat di Kementerian Sosial. Artinya, elpiji nonsubsidi (Bright Gas 3 kg) yang boleh jadi diperbanyak stoknya untuk memenuhi kebutuhan pasar.


Ketua DPC Hiswana Migas Kota Palembang, Alpis Pardin menjelaskan sampai saat ini pihakya belum mendapat informasi tentang bagaimana pelaksanaannya, baik dari pemerintah setempat maupun Pertamina sendiri. “Idealnya jika memang nanti diberlakukan, sebaiknya melibatkan Hiswanamigas karena kami memiliki jaringan distribusi ke masyarakat pengguna,” bebernya.
Sejauh ini, pihaknya pun sudah memasarkan elpiji nonsubsidi. “Kalau Bright Gas termasuk elpiji NPSO (non-subsidi), perlakuannya sama dengan produk umum lainnya, sesuai mekanisme pasar,” terangnya. Penjualan elpiji NPSO baik 3 kg maupun 5,5 kg akan tergantung dengan alokasi elpiji 3 kg (melon).


Direktur II PT Alam Indah Dempo, Ferry mengaku sudah mendengar kabar adanya Bright Gas 3 kg. “Tapi sejauh ini kami belum mendapat petunjuk. Masih menyalurkan elpiji melon dan Bright Gas 5,5 kg,” ujarnya. Jika nanti memang ada, justru dia menyebut Bright Gas 3 kg akan disambut antusias oleh konsumen. “Sebab makin banyak pilihan. Kita pun berharap makin banyak konsumen beralih ke elpiji nonsubsidi,” bebernya.


Terpisah, beberapa pengecer meminta pemerintah sosialisasi terlebih dahulu sebelum menjual elpiji 3 kg nonsubsidi sebesar Rp39 ribu per tabung. “Sampai saat ini kami belum mendapat informasi apa pun. Tapi jika memang benar, harus ada sosialisasi. Jangan sampai konsumen terkejut dan menyalahkan kami. Harga naik tiba-tiba, atau tidak ada lagi gas bersubsidi,” ujar Budi Alamsyah, pengecer gas di Banyuasin, kemarin.


Irawan, agen elpji 3 kg di Kota Sekayu mengaku harga Rp18 ribu per tabung saja banyak yang ngeluh, apalagi jika harganya mencapai Rp39 ribu. “Konsumen yang beli banyak, penjualan kita bisa 560 tabung 3 kg seminggu. Sejauh ini untuk beli gas bersubsidi itu tidak ada syarat apa-apa,” ujarnya. Agen juga belum mendapat instruksi apa pun sampai sekarang.


Fauzi (60), agen gas elpiji di Jl Gelora, Kelurahan 32 Ilir Palembang mengaku pembatasan penjualan elpiji melon saat ini saja sudah kurangi pendapatan, apalagi nanti untuk penerima PKH saja. “Kalau Bright Gas itu kurang laris, seminggu hanya laku 50-60 tabung, tapi elpiji melon bisa 300 tabung,” sebutnya.


Pedagang gas di OKU, Wira mengaku elpiji sudah kebutuhan pokok. “Meskipun harganya mahal, tetap akan dibeli konsumen,” imbuhnya. Namun kemungkinan penjualan akan turun. Kalau saat ini dia sendiri mengambil untung Rp1.000-2.000 per tabung.


Dirinya berharap pemerintah membatalkan rencana kebijakan tersebut. “Jika dipaksakan kemungkinan sulit dijalankan. Terutama untuk penjualan gas subsidi. Di daerah belum banyak e-warung maupun agen gas yang punya mesin EDC untuk cover pengguna kartu PKH,” imbuhnya.


Terpisah, warga pun meminta kebijakan pembatasan elpiji 3 kg dievaluasi. “Sekarang saja kami sudah sulit mendapatkan elpiji bersubsidi di agen atau warung karena stok selalu habis,” kata Pipin (35), seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Tebing Tinggi. Kalau kepepet, dia sendiri baru beli gas 12 kg atau Bright Gas.


Tetapi jika memang tidak boleh lagi beli gas bersubsidi, dia pun pasrah. “Ya terpaksa harus beli elpiji nonsubsidi,” tandasnya. Warga Baturaja Barat, Agus (30) ikut menyesalkan jika tak bisa lagi menikmati gas bersubsidi. Otomatis pengeluaran jadi dua kali lipat. “Listrik sudah naik dua kali lipat, sembako juga, kini giliran gas,” tandasnya. 

Name

Artis Indonesia Asyura Audisi Bakti Anak Banjarnegara Banjir Banjir Bandang Bank Sampah Banyumas Banyumasan Barlingmascakeb Batik Banyumas Bau Napas Bedah Buku Belalang Sembah Bencana Bencana Alam Beras Berburu Beringin Berprestasi Bhineka Tunggal Ika Bill Gates Binatang Bisnis Bisnis Online Blak-blakan Mencari Suami BNN Bojongsari Bonus Demografi Botol Plastik Bright Gas BSF Budaya Buku Elektronik Buku Elektronik Aksi Komik untuk KPK Buku Komik Buku Komik Pantang Korupsi Sampai Mati Bulu Mata BUMDES Bupati Banyumas Bupati Cantik Bupati Trenggalek Buruh Burung Gagak Busi cara pandang diet cerita Cilacap CPNS Cumlaude Daerah Daging Kambing Dana Desa Demo demonstrasi Desa Wisata Dialog Kepemudaan Diet diet ketat diet sehat Doktor Dongeng Anak EBooks Ekonomi Elpijji Melon Eskrim Facebook Stories Fakta Unik First Travel Fitur Baru Thumbnail Preview Video di Youtube Sangat Membantu foto: abcnews. Gado-gado Gajah Gaji Penyiar Radio Ganjar Pranowo Gas Gas Elpiji Gas Elpiji 3 Kg Gaya Hidup Gereja Gojek Google Drive Gorila Grasshopper Gubernur Jawa Tengah Gunung Slamet guru Guru dan Murid Haji Haji Backpacker Haji Tertua Hao Lina Harga Sayur Hari Batik Herbal Hercules Hewan Hidroponik Hiroshima University Hoax Sosmed Hujan Hukum Hype Ibadah Ibadah Haji Ibu Iriana Idul Adha Indoeskrim Indonesia Indonesian Idol Industri Info PNS Inspiratif Inspitrasi Institut Pertanian Bogor IPB Jalanan 3D Jasa Kirim Barang Jawa Tengah Jemaah First Travel Jemaah Haji Jembatan Cindaga Jendera Soedirman Jepang Jualan Kampung Abel Kampung Laut Cilacap Kampung Sidat Karang Taruna kasar Kasih Ibu Kebun Binatang Kekerasan Wartawan Keluarga Kementerian Kendaraan Kendaraan Bermotor Kepala Daerah Cantik Kepala Desa Kesalahan Kesalahan Orang Lain Kesehatan Kesehatan amp; Gaya Hidup Kesehatan Keluarga Ketika Sebagian Yang Berhaji Itu Kera dan Babi Khas Kisah Inspiratif Knalpot Komisi Pemberantasan Korupsi Kopi Korban Penipuan Korea Korea Selatan Korupsi KPK Kreasi Kriminalitas Kuda Kuliah Kuliner Kuliner Banyumas Kulkas Lalat Tentara Hitam Laudya Cynthia Bella Laut Lembaga lembut Liburan Guru Lionel Messi Literasi Literasi Media Lonceng Longsor Lowongan Lowongan CPNS Lowongan Pekerjaan LPG 3kg Lukisan 3D Lukisan karpet Persia maaf Mahasiswa Berprestasi makan sehat Makna Haji Malam Satu Suro Mangut Sidat Mantan Murid Marka Jalan Mas Kawin Mata Dewa Mekah memaafkan Memahami untuk Membasmi Meninggal Menteri Menu Sarapan MetroTV Mitos Mobil Mobil Manual Momen Romantis Monyet Motor murid Museum Tino Sidin Naga Lima Napas Narkoba nasi bikin gemuk Nelayan Kebumen dan Cilacap Nengat Nikah Siri Nilai Yang Kita Sandang Nomor Viral Nyangkut Obat Terlarang Ojek Online Ojek Pangkalan Online Operasi Zebra Opini Opini/Perspektif orang lain Orang Tua Ormas Panatai Widarapayung Pancasila Panda Panduan Dosen Pantai Pantai Cilacap Pasar Gombong Pasien Oplas Paus PDIP Pejalan Kaki Pelat Nomor Pelayan yang malas Pelestarian Batik Pembangunan Pencuri Sekolah Pendidikan Antikorupsi Pengusaha Malaysia Penipuan Penyanyi Pernikahan Pernikahan Artis Pernikahan Warga Perppu Perppu Ormas Pertamina Pertamina Cilacap Pertanian Pesawat Piala Dunia 2018 Piknik di Kumbinesia Pil PCC Pilbup Banyumas Pilih Santan apa Susu? Pilkada Pilkada Banyumas Pizza pltpb banyumas Pohon Beringin Pojok Baca Pola Pikir Polisi Tidur Politik Politik Banyumas Polres Banyumas Presiden Jokowi Presiden Sukarno Profesor Pull Up Purbalingga Purwokerto Putusan MK Radio Raisa Andriana Raja Arab Raja Salman Rambut Rekor Dunia relax Relax/Kepo Resensi amp; Buku Elektronik Resep Soto Kecik ruang tamu Rumah Kena Petir Rusia Saka Tunggal Sakit Gigi Sampah Organik Sandalwood Sarapan Sate Kambing Sate Kebo Sate Kerbau Sayuran Semua Bisa Beraksi Sepak bola Sepeda Dari Presiden Jokowi Serambi UMKM Serangga Sidat Asam Manis Simpan Telur Simpanse Siti Masitha Situs SMA Pekalongan SMP Pekalongan Sosok Soto Sokaraja Sportomotif Starbucks Stiker Happy Family Stiker Mobil Stok Aman Suap Sudirman Said Sujiwo Tejo Sukabumi Suporter Timnas surat dari anak Suro Suzuki Carry Swiss taksama Taman Safari Indonesia Tamu Tak Diundang Tanaman Herbal Tanaman Obat Tas Kayu Tegal Tekno & Inet Tekno amp; Inet teknologi Telur Teman Sekantor Teratai Tersangkut Tertib Lalu Lintas Timnas tips menata ruangan Tips Mengemudi tips praktis tokoh Transimisi Otomatis Transportasi Online Trotoar Tuswadi Ubur-ubur Ulang Tahun UMKM UMP Undang-Undang Unik Upah Urban Farming Usaha Cuci Mobil Usaha Cuci Motor Video Video Lucu Wali Kota Wartawan Wirausaha Wisata Wisata Pantai Wisataliner Yogurt Youtube
false
ltr
item
taksama.id: Selamat Tinggal Elpiji Melon
Selamat Tinggal Elpiji Melon
taksama.id
https://www.taksama.id/2017/12/selamat-tinggal-elpiji-melon.html
https://www.taksama.id/
http://www.taksama.id/
http://www.taksama.id/2017/12/selamat-tinggal-elpiji-melon.html
true
65439629817836164
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy