Air Mata Penulis di Tengah Pesta Buku

Tere Liye, ikon perbukuan Indonesia masa kini adalah sang pemecah gelas. oleh: Bambang Trim* DUA  hari penuh hingga tiga hari...


Tere Liye, ikon perbukuan Indonesia masa kini adalah sang pemecah gelas.

oleh: Bambang Trim*

DUA hari penuh hingga tiga hari ke depan, saya mengikuti pelatihan asesor kompetensi untuk mempersiapkan berdirinya CLSP Penulis dan Editor Profesional. Sudah begitu lama profesi semacam penulis dan editor tidak ada standar kompetensi kerjanya di Indonesia sehingga juga tidak dapat disertifikasi sebagai sebuah profesi yang mapan.

Di tengah keseriusan mengikuti pelatihan yang disampaikan Ibu Inez Mutiara Tedjosumirat (Sekjen Asosiasi Master Asesor Indonesia), saya menerima pesan WA berisi pernyataan Darwis “Tere Liye” soal sikapnya terkait pajak penghasilan yang dibebankan kepada penulis.

Sebuah antiklimaks dari seorang Tere Liye. Jika Andrea Hirata setelah meluncurkan novel terbarunya Sirkus Pohon menyatakan akan vakum dari dunia penulisan, lain halnya dengan Tere Liye. Ia menyatakan menghentikan peredaran bukunya atau dalam bahasa hukum mencabut hak ekonomi bukunya yang selama ini diberikan kepada Penerbit Gramedia dan Penerbit Republika. Sikap ini menjadi bentuk protes terakhir Tere Liye terhadap regulasi pemerintah terkait soal pajak (royalti) penulis yang sangat besar—menurutnya melebihi profesi lain.

Tere Liye akan mencari cara lain untuk memublikasikan karyanya yang ia sebut sebagai model bisnis baru—bebas dari “rezim pajak” yang tidak memberikan penghargaan terhadap jerih payah penulis yang telah menjadi pelaku budaya. Ia tidak peduli apakah memublikasikannya di media sosial seperti Facebook yang terbebas dari pajak secara gratis atau mencari cara lain demi memberi pelajaran kepada pemerintah atau penerbit.  Namun, untuk berpindah kewarganegaraan, saya kira Bang Darwis “Tere Liye” sudah menyebut-nyebut NKRI harga mati.

Saya juga memperkirakan para penggemar dan pengikut Tere Liye yang banyak itu pun akan sama-sama  baper, lalu menggelindingkan isu ini sebagai bola salju. Bahkan, mungkin saja ada yang mengunggah bahwa pemerintahan Jokowi sekarang ini tidak pro pada penulis. Begitulah sebuah isu akan digoreng sampai gosong.

Apa yang dikeluhkan dan disampaikan Bang Darwis “Tere Liye” itu sebenarnya bukanlah isu baru, tetapi isu yang telah lama didengungkan dan  diperjuangkan para pelaku perbukuan selama puluhan tahun. Penerbit juga setali tiga uang menuntut pembebasan PPn untuk semua buku—bukan hanya buku pelajaran dan kitab suci keagamaan. Namun, perjuangan ini belum juga menampakkan hasil. Boleh dikatakan saat pemerintah menyusun regulasi perpajakan, tentang buku dan pelaku perbukuan ini luput dari perhatian sehingga tetap disamakan dengan profesi lainnya, bahkan dianggap “lebih hebat” karena ada royalti yang harus dipajaki. Tentu ini sebuah kebanggaan, sekaligus kesedihan.

Di luar soal regulasi perpajakan, pemerintah sejatinya selama presiden berganti selalu menaruh perhatian terhadap perkembangan dunia perbukuan. Sampai puncaknya pada 2017 diundangkanlah UU No. 3/2017 tentang Sistem Perbukuan. Bahkan, Pasal 36 ayat (1)d memuat bahwa Pemerintah Pusat berwenang memberikan insentif fiskal untuk pengembangan perbukuan. Insentif fiskal didefinisikan sebagai berikut: kebijakan pemerintah dalam bidang keuangan yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan industri perbukuan nasional.

UU No. 3/2017 semestinya menjadi puncak kesadaran Pemerintah dan tentunya DPR yang memiliki inisiatif untuk menyusun UU Sistem Perbukuan terhadap pentingnya dunia perbukuan menggerakkan kemajuan bangsa. Tentu saja semangat salah satunya adalah membina dan mengembangkan potensi para artisan di dunia perbukuan, termasuk para penulis yang menjadi pemasok bahan baku utama dunia perbukuan yaitu naskah.

Baiknya saya kemukakan kembali ringkasan pandangan Ignas Kleden tentang buku dalam konteks kebudayaan yang sangat terang. Ignas Kleden (1999) dalam makalahnya yang tertuang pada Buku dalam Indonesia Baru  menuliskan bahwa “dari sudut budaya, buku memiliki tiga fungsi. Pertama, buku dapat dipandang sebagai produk budaya (cultural product), sebuah benda yang menjadi perwujudan fisik dari pikiran, perasaan, dan pengalaman manusia. Kedua, buku dapat juga dilihat sebagai bagian dari tingkah laku budaya (cultural behavior), baik dipandang dari sudut pembaca maupun dari sudut penulisnya. Dalam hal ini, siapa pun akan cenderung mengandalkan buku untuk menambah pengetahuan, mencari informasi, serta mendapatkan hiburan. Ketiga, buku tidak hanya dipandang sebagai produk budaya atau tingkah laku budaya, tetapi juga terutama sebagai proses produksi budaya (cultural production).”

Jelaslah bahwa pelaku perbukuan adalah pelaku budaya juga, termasuk para pembaca. Lalu, jika sampai terjadi suatu pemerintahan tidak memberi perhatian terhadap dunia perbukuan, pemerintah tersebut dapat dicap sebagai pemerintah nirbudaya. Kita tidak boleh menutup mata bahwa masih ada saja kalangan yang melihat buku secara gampangan, baik dari kalangan pemerintah maupun masyarakat sendiri. Saya sendiri tidak yakin semua pengusaha penerbitan buku itu sangat memahami buku sebagai produk dan perilaku (ber)budaya.

Terjadinya pembajakan buku (bahkan dilakukan oleh penerbit sendiri), manipulasi data penjualan buku yang berujung pada pengurangan royalti penulis/pencipta, penghargaan rendah terhadap pelaku perbukuan, dan sebagainya dapat dikategorikan perilaku-perilaku nirbudaya. Namun, hal berupa kecurangan juga tidak hanya terjadi dari sisi penerbit, tetapi penulis juga melakukannya. Karena itu, sebuah sistem harus dibangun dan diselenggarakan, sekaligus diawasi. Kalau tidak, mau dibawa ke mana dunia perbukuan atau industri kreatif perbukuan negeri ini yang di dalamnya terkandung kebudayaan?

Curhat dan sikap Tere Liye tersebar sehari sebelum berlangsungnya Indonesia International Book Fair (IIBF) tanggal 6 September 2017—perhelatan perbukuan terbesar di Indonesia yang digagas Ikapi. Boleh dibilang ini adalah tetesan air mata di tengah pesta buku (mohon maaf sedikit lebay). Semestinya isu ini juga dapat menjadi isu yang diusung Ikapi menindaklanjuti UU No. 3/2017 tentang Sistem Perbukuan, terutama terkait dengan insentif pajak, khususnya pajak kepada para penulis.

Sungguh, para penulis tidak meminta pajak dihapuskan karena menurut saya itu terlalu naif. Akan tetapi, meminta ada insentif pajak kepada profesi penulis sebagai pelaku budaya yang berperan menghasilkan buku-buku bermanfaat sangat relevan sebagai amanat UU. Tere Liye sampai hari ini menjadi yang paling akhir menyuarakan dan bersikap. Namun, ia tidak dapat berjuang sendiri. Para penulis lain harus bersatu dan berhimpun untuk mendorong pemerintah memajukan dunia perbukuan melalui regulasi pajak yang adil untuk para penulis.

Sudah terlalu banyak air mata tertumpah di dalam dunia buku. Pecahkan saja gelas itu biar ramai. Tere Liye, ikon perbukuan Indonesia masa kini adalah sang pemecah gelas. 

*Bambang Trim adalah orang buku yang sejak tahun 1994 hidupnya tidak pernah lepas dari dunia buku, baik sebagai penulis, editor, pemimpin penerbit, pelatih, dan konsultan di bidang perbukuan. Ia kini secara komplet melakoni diri sebagai Ketua Umum Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia (Penpro), Direktur Institut Penulis Indonesia (IPI), dan tukang buku keliling yang siap berkelana ke mana pun untuk urusan mengompori orang menulis dan menerbitkan buku. Kanal Kompor Literasi (KompLit) hadir setiap Rabu dan Sabtu.
Name

Artis Indonesia Asyura Audisi Bakti Anak Banjarnegara Banjir Banjir Bandang Bank Sampah Banyumas Banyumasan Barlingmascakeb Batik Banyumas Bau Napas Bedah Buku Belalang Sembah Bencana Bencana Alam Beras Berburu Beringin Berprestasi Bhineka Tunggal Ika Bill Gates Binatang Bisnis Bisnis Online Blak-blakan Mencari Suami BNN Bojongsari Bonus Demografi Botol Plastik Bright Gas BSF Budaya Buku Elektronik Buku Elektronik Aksi Komik untuk KPK Buku Komik Buku Komik Pantang Korupsi Sampai Mati Bulu Mata BUMDES Bupati Banyumas Bupati Cantik Bupati Trenggalek Buruh Burung Gagak Busi cara pandang diet cerita Cilacap CPNS Cumlaude Daerah Daging Kambing Dana Desa Demo demonstrasi Desa Wisata Dialog Kepemudaan Diet diet ketat diet sehat Doktor Dongeng Anak EBooks Ekonomi Elpijji Melon Eskrim Facebook Stories Fakta Unik First Travel Fitur Baru Thumbnail Preview Video di Youtube Sangat Membantu foto: abcnews. Gado-gado Gajah Gaji Penyiar Radio Ganjar Pranowo Gas Gas Elpiji Gas Elpiji 3 Kg Gaya Hidup Gereja Gojek Google Drive Gorila Grasshopper Gubernur Jawa Tengah Gunung Slamet guru Guru dan Murid Haji Haji Backpacker Haji Tertua Hao Lina Harga Sayur Hari Batik Herbal Hercules Hewan Hidroponik Hiroshima University Hoax Sosmed Hujan Hukum Hype Ibadah Ibadah Haji Ibu Iriana Idul Adha Indoeskrim Indonesia Indonesian Idol Industri Info PNS Inspiratif Inspitrasi Institut Pertanian Bogor IPB Jalanan 3D Jasa Kirim Barang Jawa Tengah Jemaah First Travel Jemaah Haji Jembatan Cindaga Jendera Soedirman Jepang Jualan Kampung Abel Kampung Laut Cilacap Kampung Sidat Karang Taruna kasar Kasih Ibu Kebun Binatang Kekerasan Wartawan Keluarga Kementerian Kendaraan Kendaraan Bermotor Kepala Daerah Cantik Kepala Desa Kesalahan Kesalahan Orang Lain Kesehatan Kesehatan amp; Gaya Hidup Kesehatan Keluarga Ketika Sebagian Yang Berhaji Itu Kera dan Babi Khas Kisah Inspiratif Knalpot Komisi Pemberantasan Korupsi Kopi Korban Penipuan Korea Korea Selatan Korupsi KPK Kreasi Kriminalitas Kuda Kuliah Kuliner Kuliner Banyumas Kulkas Lalat Tentara Hitam Laudya Cynthia Bella Laut Lembaga lembut Liburan Guru Lionel Messi Literasi Literasi Media Lonceng Longsor Lowongan Lowongan CPNS Lowongan Pekerjaan LPG 3kg Lukisan 3D Lukisan karpet Persia maaf Mahasiswa Berprestasi makan sehat Makna Haji Malam Satu Suro Mangut Sidat Mantan Murid Marka Jalan Mas Kawin Mata Dewa Mekah memaafkan Memahami untuk Membasmi Meninggal Menteri Menu Sarapan MetroTV Mitos Mobil Mobil Manual Momen Romantis Monyet Motor murid Museum Tino Sidin Naga Lima Napas Narkoba nasi bikin gemuk Nelayan Kebumen dan Cilacap Nengat Nikah Siri Nilai Yang Kita Sandang Nomor Viral Nyangkut Obat Terlarang Ojek Online Ojek Pangkalan Online Operasi Zebra Opini Opini/Perspektif orang lain Orang Tua Ormas Panatai Widarapayung Pancasila Panda Panduan Dosen Pantai Pantai Cilacap Pasar Gombong Pasien Oplas Paus PDIP Pejalan Kaki Pelat Nomor Pelayan yang malas Pelestarian Batik Pembangunan Pencuri Sekolah Pendidikan Antikorupsi Pengusaha Malaysia Penipuan Penyanyi Pernikahan Pernikahan Artis Pernikahan Warga Perppu Perppu Ormas Pertamina Pertamina Cilacap Pertanian Pesawat Piala Dunia 2018 Piknik di Kumbinesia Pil PCC Pilbup Banyumas Pilih Santan apa Susu? Pilkada Pilkada Banyumas Pizza pltpb banyumas Pohon Beringin Pojok Baca Pola Pikir Polisi Tidur Politik Politik Banyumas Polres Banyumas Presiden Jokowi Presiden Sukarno Profesor Pull Up Purbalingga Purwokerto Putusan MK Radio Raisa Andriana Raja Arab Raja Salman Rambut Rekor Dunia relax Relax/Kepo Resensi amp; Buku Elektronik Resep Soto Kecik ruang tamu Rumah Kena Petir Rusia Saka Tunggal Sakit Gigi Sampah Organik Sandalwood Sarapan Sate Kambing Sate Kebo Sate Kerbau Sayuran Semua Bisa Beraksi Sepak bola Sepeda Dari Presiden Jokowi Serambi UMKM Serangga Sidat Asam Manis Simpan Telur Simpanse Siti Masitha Situs SMA Pekalongan SMP Pekalongan Sosok Soto Sokaraja Sportomotif Starbucks Stiker Happy Family Stiker Mobil Stok Aman Suap Sudirman Said Sujiwo Tejo Sukabumi Suporter Timnas surat dari anak Suro Suzuki Carry Swiss taksama Taman Safari Indonesia Tamu Tak Diundang Tanaman Herbal Tanaman Obat Tas Kayu Tegal Tekno & Inet Tekno amp; Inet teknologi Telur Teman Sekantor Teratai Tersangkut Tertib Lalu Lintas Timnas tips menata ruangan Tips Mengemudi tips praktis tokoh Transimisi Otomatis Transportasi Online Trotoar Tuswadi Ubur-ubur Ulang Tahun UMKM UMP Undang-Undang Unik Upah Urban Farming Usaha Cuci Mobil Usaha Cuci Motor Video Video Lucu Wali Kota Wartawan Wirausaha Wisata Wisata Pantai Wisataliner Yogurt Youtube
false
ltr
item
taksama.id: Air Mata Penulis di Tengah Pesta Buku
Air Mata Penulis di Tengah Pesta Buku
https://4.bp.blogspot.com/-mxzShj9FVls/WxuQyx4dSxI/AAAAAAAAA4s/E94maaE4yIYlWm1RguQWLMjI3SQsYiKawCLcBGAs/s640/Air%2BMata%2BPenulis%2Bdi%2BTengah%2BPesta%2BBuku.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-mxzShj9FVls/WxuQyx4dSxI/AAAAAAAAA4s/E94maaE4yIYlWm1RguQWLMjI3SQsYiKawCLcBGAs/s72-c/Air%2BMata%2BPenulis%2Bdi%2BTengah%2BPesta%2BBuku.jpg
taksama.id
http://www.taksama.id/2017/09/air-mata-penulis-di-tengah-pesta-buku.html
http://www.taksama.id/
http://www.taksama.id/
http://www.taksama.id/2017/09/air-mata-penulis-di-tengah-pesta-buku.html
true
65439629817836164
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy